- Surat Ditjen Diktiristek 0357/B/DT.01.01/2025 melarang pungutan atau iuran dalam bentuk apa pun kepada mahasiswa baru selama PKKMB, termasuk menugaskan mereka membeli barang.
- Posisi pembeli berpindah ke panitia, sehingga bahan, jumlah, dan jadwal pesan disusun dari anggaran kegiatan, bukan dari daftar belanja peserta.
- Satu item identitas yang dipakai ulang jauh lebih mudah diukur, dipesan, dan dibagikan daripada paket atribut berisi tujuh barang.
- Level Garment mengerjakan kaos, topi, rompi, dan merchandise untuk kegiatan kampus tanpa minimal order, dengan desain dibantu tim.
Hampir semua kepanitiaan ospek mulai dari tempat yang sama: sebuah daftar perlengkapan, lalu daftar itu dikirim ke grup mahasiswa baru sebagai barang yang harus dibeli sendiri sebelum hari pertama.
Masalahnya, cara itu sudah tidak boleh dipakai. Surat Ditjen Diktiristek 0357/B/DT.01.01/2025 tertanggal 11 Agustus 2025 melarang panitia "melakukan pungutan atau iuran dalam bentuk apa pun" kepada mahasiswa baru selama PKKMB, dan melarang pula menugaskan mereka membeli barang yang tidak berkaitan langsung dengan tujuan kegiatan.
Begitu panitia yang menanggung, hampir semua keputusan teknis ikut berubah. Jumlah dipesan sekali untuk seluruh angkatan, bahan dipilih untuk dipakai berhari-hari, dan jadwal disusun mundur dari hari pertama, bukan dari kapan peserta sempat belanja.
Aturan yang Menentukan Siapa Membayar Apparel Orientasi
Surat penegasan itu diterbitkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan diteruskan lembaga layanan di tiap wilayah. Isinya bukan imbauan, melainkan penegasan ketentuan yang berlaku untuk semua perguruan tinggi.
Dua butirnya langsung menyentuh urusan apparel. Yang pertama melarang pungutan atau iuran dalam bentuk apa pun kepada mahasiswa baru selama pelaksanaan PKKMB. Yang kedua melarang memberikan tugas kepada mahasiswa baru untuk membeli barang-barang yang tidak memiliki manfaat dan kaitan langsung dengan tujuan PKKMB.
Baca butir kedua pelan-pelan. Menyuruh peserta membeli sendiri bukan jalan keluar dari butir pertama, karena penugasan membeli barang sudah disebut terpisah dalam surat yang sama (LLDikti Wilayah III, 11 Agustus 2025).
Yang dilarang:
- Menarik iuran apparel, kas angkatan, atau "uang atribut" dari mahasiswa baru.
- Menugaskan peserta membeli kaos, topi, atau pernak-pernik di toko atau tautan yang ditunjuk panitia.
- Menjadikan kepemilikan barang tersebut sebagai syarat mengikuti kegiatan.
- Menitipkan penagihan kepada ketua gugus agar tidak terlihat sebagai pungutan panitia.
Yang tidak dilarang:
- Kampus atau panitia menyediakan item identitas dari anggaran kegiatan kemahasiswaan.
- Membagikan barang itu kepada seluruh peserta tanpa biaya, tanpa pengecualian.
- Meminta peserta membawa barang yang sudah pasti mereka punya, seperti botol minum atau alat tulis.
- Menjual merchandise angkatan setelah rangkaian PKKMB selesai, sifatnya sukarela dan di luar kegiatan.
Apparel Orientasi yang Sebenarnya Dibutuhkan Panitia
Daftar berikut disusun dari yang paling sulit digantikan sampai yang paling mudah dicoret. Urutannya berubah begitu uangnya keluar dari kas panitia, bukan dari kantong peserta.
1. Kaos Identitas Peserta
Satu kaos seragam untuk seluruh peserta adalah satu-satunya item yang benar-benar wajib. Fungsinya jelas di lapangan: membedakan peserta dari pengunjung kampus dan memudahkan penghitungan saat perpindahan lokasi.
Pesan ini lebih dulu, sebelum item lain dibahas. Kalau anggaran hanya cukup untuk satu barang, inilah barangnya.
2. Kaos Panitia dengan Warna Berbeda
Panitia perlu terlihat dari jarak jauh oleh peserta yang tersesat. Warna yang kontras dengan kaos peserta menyelesaikan masalah itu tanpa tambahan apa pun.
Jumlahnya kecil, biasanya 15 sampai 40 potong, jadi biayanya tidak besar. Yang perlu diperhatikan justru biaya setup sablon untuk desain kedua, yang dihitung per desain, bukan per potong.
3. Pembeda Gugus atau Kelompok
Angkatan berisi ratusan orang selalu dipecah menjadi gugus. Pembedanya tidak harus kaos baru: pita lengan, bandana, atau stiker gugus pada ID card sudah cukup.
Memesan kaos berbeda warna per gugus terdengar rapi, tetapi melipatgandakan jumlah warna, jumlah setup, dan risiko salah bagi. Layak dipesan hanya kalau gugusnya sedikit dan bertahan sepanjang tahun.
4. Topi Lapangan
Kegiatan PKKMB berlangsung mulai pukul 07.00 dan berakhir paling lambat pukul 16.30. Sebagian besar jam itu berada di luar ruangan, dan topi adalah perlindungan paling murah yang bisa disediakan panitia.
Pesan topi kalau rangkaian acara benar-benar banyak di lapangan terbuka. Kalau mayoritas di aula, anggarannya lebih berguna dipindah ke bahan kaos yang lebih baik.
5. Lanyard dan ID Card
ID card menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan kaos: nama, gugus, dan kontak darurat. Biayanya per orang kecil dan cetaknya cepat.
Cetak ID card paling akhir, setelah daftar peserta final. Data peserta masih bergerak sampai mendekati hari pertama, sementara ukuran kaos tidak bisa menunggu selama itu.
6. Rompi Koordinator Lapangan
Rompi hanya masuk akal untuk lapis koordinator, keamanan, dan tim medis. Jumlahnya belasan, dan fungsinya adalah menandai siapa yang boleh mengambil keputusan saat ada insiden.
Karena tidak dipakai harian, rompi adalah salah satu dari sedikit item yang wajar dipakai lagi oleh kepanitiaan tahun berikutnya. Simpan, jangan bagikan sebagai kenang-kenangan.
7. Jaket Angkatan: Tunda, Jangan Dipakai Hari Pertama
Jaket angkatan barang bagus, tetapi bukan barang orientasi. Produksinya lebih lama, ukurannya lebih rewel, dan memakainya di lapangan pukul sebelas siang tidak nyaman bagi siapa pun.
Jaket juga lazimnya dibeli sukarela oleh mahasiswa sendiri, dan itu tidak boleh terjadi selama rangkaian PKKMB berlangsung. Tawarkan setelah kegiatan selesai, atau serahkan ke himpunan di semester berikutnya.
8. Goodie Bag Berisi Barang Bermerek: Coret
Tas berisi sampel produk sponsor adalah item yang paling sering menyelinap masuk karena "gratis". Isinya jarang berkaitan dengan tujuan kegiatan, dan sebagian besar berakhir di tempat sampah kampus pada hari kedua.
Kalau sponsor ingin hadir, mintalah kontribusinya masuk ke pembiayaan kaos, bukan ke barang tambahan yang harus dibagikan dan dihitung ulang.
Bahan dan Sablon untuk Seminggu Cuci Harian
PKKMB berjalan 3 sampai 6 hari, dari pukul 07.00 hingga maksimal 16.30. Artinya satu kaos dipakai penuh seharian, dicuci malamnya, dan harus kering sebelum subuh.
Itu siklus yang berat, dan bahan yang keliru akan terlihat pada hari ketiga: warna kusam, bentuk leher melar, atau kaos belum kering saat harus dipakai.
1. Cotton Combed 20s
Gramasi cotton combed 20s berada di kisaran 180 sampai 220 gr/m2 menurut Fitinline. Tebal, kokoh, dan bentuknya bertahan setelah dicuci berulang.
Konsekuensinya panas dan lama kering. Untuk kegiatan lapangan berhari-hari, ketebalan ini sering jadi keluhan pertama peserta.
2. Cotton Combed 24s
Kisarannya 170 sampai 210 gr/m2. Ini jalan tengah yang paling sering aman: cukup tebal untuk tidak menerawang, cukup ringan untuk kering semalam.
Kalau panitia tidak punya waktu menguji beberapa bahan, mulailah dari sini.
3. Cotton Combed 30s
Gramasinya 140 sampai 160 gr/m2, jadi paling ringan dan paling cepat kering di antara ketiganya. Nyaman untuk kegiatan siang hari di lapangan terbuka.
Risikonya bahan tipis lebih cepat berubah bentuk dan lebih menerawang pada warna terang. Untuk peserta perempuan, warna putih 30s sebaiknya dihindari.
4. CVC
CVC mencampur katun dengan poliester. Hasilnya lebih tahan susut dan warnanya lebih awet dibanding katun murni, dengan rasa pakai yang masih mendekati katun.
Cocok kalau kaos ingin dipakai lagi setelah orientasi, misalnya untuk kegiatan himpunan sepanjang tahun. Kurang cocok kalau anggaran sangat ketat.
5. Poliester atau Dryfit
Poliester paling cepat kering dan paling ringan. Untuk jadwal cuci harian, tidak ada bahan yang mengalahkannya.
Kelemahannya rasa pakai terasa "licin", dan bau keringat lebih cepat menempel. Pilih ini kalau kegiatan dominan olahraga dan gerak lapangan, bukan kalau peserta banyak duduk di aula ber-AC.
6. Teknik Sablon yang Dipilih Menentukan Umur Desainnya
Desain yang retak pada hari ketiga membuat seluruh angkatan terlihat sama lusuhnya. Empat teknik yang biasa ditawarkan konveksi:
- Rubber: paling umum dan paling murah, permukaannya karet, aman untuk desain satu sampai tiga warna.
- Plastisol: hasil lebih tajam dan tahan lama, biayanya lebih tinggi dan butuh pengeringan khusus.
- DTF: kuat untuk desain penuh warna atau foto, tetapi terasa lebih menutup pori kain pada area besar.
- Bordir: paling awet, paling mahal, dan hanya masuk akal untuk logo kecil di dada atau pada rompi panitia.
Untuk kaos yang dicuci tiap malam selama seminggu, desain kecil di dada bertahan jauh lebih baik daripada blok besar di punggung.
7. Warna Gelap dan Warna Terang di Lapangan Terbuka
Warna gelap menyembunyikan noda dan lebih ramah pada kegiatan yang berdebu. Warna gelap juga menyerap panas, dan itu terasa saat upacara pagi memanjang.
Warna terang lebih sejuk tetapi menampakkan keringat dan noda rumput. Kompromi yang biasa dipakai: badan terang dengan aksen gelap di bahu dan kerah.
Susut Bisa Diuji, Tidak Perlu Ditebak
Perubahan ukuran kain setelah dicuci punya metode ujinya sendiri, ISO 5077, yang mengukur perubahan dimensi setelah pencucian dan pengeringan. Angka hasil ujinya tidak dipublikasikan terbuka untuk tiap kain pasaran.
Jalan paling murah bagi panitia adalah menguji sendiri. Minta satu potong sampel dari calon konveksi, ukur lebar dada dan panjang badannya, cuci dan jemur seperti peserta akan mencucinya, lalu ukur lagi.
Mengapa Satu Item Identitas Lebih Baik daripada Paket Atribut
1. Aman terhadap Larangan Pungutan
Satu barang yang dibiayai anggaran kegiatan tidak menimbulkan tagihan apa pun kepada peserta. Tidak ada transfer, tidak ada rekapan, tidak ada peserta yang menunggak.
Paket tujuh barang hampir selalu berakhir sebagai iuran, entah disebut iuran atau tidak.
2. Peserta yang Tidak Mampu Tidak Ketahuan
Saat barang dibeli sendiri, peserta yang tidak sanggup membeli akan terlihat sejak hari pertama. Pemerintah sendiri menyebut praktik pungutan wajib kepada mahasiswa baru sebagai beban yang "kerap membebani mereka di awal perkuliahan" (Suara Surabaya, 14 Agustus 2025).
Saat panitia yang membagikan, semua orang menerima barang yang sama pada menit yang sama.
3. Panitia Tidak Menjadi Juru Tagih
Menagih ratusan orang lewat grup pesan memakan waktu berminggu-minggu dan merusak hubungan sebelum kegiatan dimulai. Satu item yang dibiayai di depan menghapus seluruh pekerjaan itu.
Direktur Belmawa Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja menilai praktik lama semacam ini "sebetulnya tidak lagi bermanfaat" dan "justru membuat mahasiswa tidak mendapatkan nilai positif" (ANTARA, 14 Agustus 2025).
4. Barangnya Dipakai Lagi setelah Orientasi
Kaos angkatan dengan desain yang tidak terlalu bertanggal akan dipakai untuk kerja bakti, lomba fakultas, dan kegiatan himpunan sepanjang tahun. Atribut sekali pakai tidak.
Itu sebabnya tahun angkatan lebih baik dicetak kecil, dan slogan kepanitiaan tidak perlu memenuhi punggung.
5. Satu Item Jauh Lebih Mudah Diurus
Satu item berarti satu daftar ukuran, satu jadwal produksi, satu pemeriksaan kiriman, dan satu antrean pembagian. Tujuh item berarti tujuh kali semuanya.
Dengan peserta berjumlah ratusan, selisih kerjanya bukan sedikit lebih ringan, melainkan berbeda kelas.
Menyusun Anggaran Apparel dari Kantong Panitia
Per tahun ajaran, dashboard Portal Data Kemdiktisaintek mencatat lebih dari 2,1 juta mahasiswa baru di seluruh Indonesia, dengan data diperbarui 15 April 2026 (Portal Data Kemdiktisaintek). Angka sebesar itu turun menjadi beberapa ratus sampai seribu orang di satu fakultas, dan itulah skala yang harus dianggarkan panitia.
1. Sumber Dana yang Sah
Empat kantong yang biasanya tersedia:
- Dana kegiatan kemahasiswaan yang diajukan melalui proposal ke bagian kemahasiswaan.
- Anggaran fakultas atau program studi untuk kegiatan penerimaan.
- Sponsor, dengan kontribusi diarahkan ke pembiayaan kaos, bukan ke barang tambahan.
- Kas himpunan atau sisa dana kegiatan sebelumnya.
Satu hal yang tidak boleh masuk daftar ini: uang dari peserta, dalam bentuk apa pun dan dengan nama apa pun.
2. Struktur Harga yang Bergerak
Harga per potong bukan angka tetap. Empat hal yang menggerakkannya:
- Jumlah: makin banyak potong, makin turun harga satuannya, dan tangga penurunannya berbeda di tiap konveksi.
- Jumlah warna sablon: tiap warna tambahan berarti satu proses tambahan.
- Biaya setup per desain: dihitung sekali per desain, sehingga desain peserta dan desain panitia adalah dua hitungan.
- Ukuran di luar standar: ukuran besar seperti 3XL dan 4XL umumnya dikenakan tambahan karena kebutuhan kainnya berbeda.
Karena angkanya berbeda di tiap konveksi dan berubah mengikuti harga kain, mintalah penawaran tertulis dengan tanggal, bukan kisaran lisan di grup.
3. Apa yang Boleh Dikompromikan, Apa yang Tidak
Boleh dikompromikan: jumlah warna sablon, ukuran desain, jenis kemasan, dan ada tidaknya topi.
Tidak boleh dikompromikan: jenis bahan, ketersediaan ukuran besar dan kecil, dan sampel yang disetujui sebelum produksi. Menghemat di tiga hal ini akan terlihat pada seluruh angkatan sekaligus.
4. Cadangan yang Wajar
Selalu ada peserta yang mendaftar belakangan, salah menyebut ukuran, atau tidak mengisi formulir sama sekali. Panitia yang memesan persis sejumlah daftar akan kekurangan.
Siapkan cadangan pada ukuran tengah, karena ukuran itulah yang paling sering diminta ulang. Sisa yang tidak terpakai masih berguna sebagai stok pengganti selama rangkaian berjalan.
Jadwal Mundur dari Hari Pertama Orientasi
Panduan PKKMB resmi terbit menjelang pertengahan tahun. Untuk tahun 2026, panduannya baru diumumkan pada 25 Juni 2026, sekitar satu setengah sampai dua bulan sebelum kegiatan berlangsung di banyak kampus.
Kalau panitia menunggu panduan keluar untuk mulai memesan, waktu yang tersisa tidak cukup. Yang benar adalah memulai lebih awal pada hal-hal yang tidak akan berubah isinya, lalu menyesuaikan detail saat panduan terbit.
H-90: Keputusan Item dan Anggaran
Tentukan item apa saja yang disediakan dan dari kantong mana. Ajukan proposal pada titik ini, karena pencairan dana kampus hampir selalu lebih lambat dari perkiraan panitia.
H-75: Desain Dikunci
Desain final, jumlah warna final, dan penempatan final. Setelah tanggal ini, revisi desain hanya dilakukan kalau ada kesalahan fakta seperti salah nama fakultas.
H-60: Sampel Jahit dan Sablon Disetujui
Minta satu potong jadi, bukan sekadar contoh kain. Periksa jahitan, rasa pakai, dan warna sablon di bawah sinar matahari, bukan di bawah lampu ruangan.
H-50: Pendataan Ukuran Ditutup
Inilah jalur kritis sebenarnya, bukan desain. Ukuran dikumpulkan dari ratusan orang yang belum saling kenal, sebagian belum yakin ukurannya, dan sebagian tidak membaca pesan panitia.
Sediakan tabel ukuran dengan angka lingkar dada dan panjang badan, bukan hanya huruf S sampai XXL. Kalau memungkinkan, pinjam satu set kaos contoh untuk dicoba saat registrasi ulang.
H-45: Order Masuk Produksi
Kirim rekap ukuran final, desain terkunci, dan pembayaran muka sesuai kesepakatan. Minta perkiraan tanggal selesai secara tertulis.
H-14: Barang Diterima
Sediakan jeda dua minggu antara barang datang dan hari pertama. Jeda ini yang menyelamatkan panitia kalau ada kekurangan ukuran atau cacat produksi.
H-7: Sortir per Gugus
Pisahkan kaos ke dalam kantong per gugus, lengkap dengan daftar nama dan ukuran. Pembagian pada hari pertama harus tinggal menyerahkan, bukan mencari.
Yang Diperiksa Panitia Saat Kiriman Datang
1. Hitung Ulang per Ukuran terhadap Daftar
Jangan menghitung total. Hitung per ukuran, karena kekurangan hampir selalu terjadi pada satu atau dua ukuran, bukan pada jumlah keseluruhan.
Cocokkan hasilnya dengan rekap yang dikirim ke konveksi, bukan dengan ingatan siapa pun.
2. Periksa Jahitan dan Sablon pada Lima Potong Acak
Ambil lima potong dari kardus berbeda. Tarik pelan bagian kerah dan jahitan bahu, lalu lipat sablonnya untuk melihat apakah permukaannya retak.
Kalau dua dari lima bermasalah, hentikan pemeriksaan dan hubungi konveksi hari itu juga.
3. Cuci Satu Potong Sampel dan Ukur Ulang
Ukur lebar dada dan panjang badan satu potong, cuci dan jemur, lalu ukur lagi setelah kering. Ini pengganti praktis dari uji perubahan dimensi yang tidak mungkin dilakukan panitia sendiri.
Lakukan ini sebelum barang dibagikan. Setelah dibagikan, tidak ada lagi yang bisa ditukar.
4. Simpan Sisa Ukuran untuk Peserta Susulan
Simpan cadangan di satu kardus bertanda, bukan tersebar di kamar beberapa panitia. Catat isinya di satu lembar, dan tunjuk satu orang yang memegangnya.
Daftar periksa yang bisa dibaca sambil berdiri di depan kardus:
- Jumlah per ukuran cocok dengan rekap order.
- Lima potong acak lolos cek jahitan dan sablon.
- Satu potong sudah dicuci dan diukur ulang.
- Tidak ada kaos dengan noda, lubang, atau warna berbeda.
- Cadangan disimpan terpisah dan dicatat.
- Kantong per gugus sudah diberi label nama.
Siapkan Apparel Orientasi Angkatan Anda bersama Level Garment!
Kebutuhan panitia PKKMB berbeda dari kebutuhan pembeli kaos biasa. Jumlahnya besar tetapi sekali pesan, ukurannya tersebar dari S sampai 4XL, dan tanggal selesainya tidak bisa digeser karena hari pertama sudah ditetapkan kampus.
Level Garment mengerjakan kaos, jersey, jaket, rompi, topi, dan merchandise untuk komunitas pelajar dan kampus. Situs kami mencantumkan "tanpa minimal order", desain dibantu gratis oleh tim, dan pengiriman ke seluruh Indonesia. Workshop-nya berada di Jl. Sidosermo IV Gg. III No. 37 (Raya Prapen), Surabaya, buka Senin sampai Jumat pukul 08.00 hingga 17.00 dan Sabtu pukul 08.00 hingga 15.00.
Harga dan lama produksi tidak kami publikasikan di situs, karena keduanya bergerak mengikuti jumlah, bahan, dan jumlah warna sablon. Keduanya diberikan tertulis saat panitia mengirim rekap kebutuhan.
Jika panitia Anda sedang menyusun anggaran apparel untuk angkatan tahun ini, diskusikan kebutuhan Anda bersama tim Level Garment sebelum jadwal mundur di atas mulai berjalan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Apparel Masa Orientasi (FAQ)
Bolehkah mahasiswa baru membeli sendiri secara sukarela?
Selama rangkaian PKKMB berlangsung, sebaiknya tidak. Surat 0357/B/DT.01.01/2025 melarang pungutan dalam bentuk apa pun dan melarang menugaskan mahasiswa baru membeli barang, dan "sukarela" sulit dibuktikan ketika panitia yang menawarkan.
Penjualan merchandise angkatan lebih aman dilakukan setelah seluruh rangkaian selesai, di luar kegiatan resmi.
Bagaimana kalau sponsor yang membiayai?
Sponsor adalah sumber dana yang sah karena uangnya tidak berasal dari peserta. Yang perlu dijaga adalah bentuk kontribusinya: arahkan ke pembiayaan item identitas, bukan ke barang tambahan yang harus dibagikan.
Pastikan juga penempatan logo sponsor disetujui pihak kampus sebelum desain dikunci.
Apa sanksinya kalau panitia tetap memungut?
Pelanggaran atas larangan ini "dapat berujung pada sanksi sesuai kebijakan masing-masing perguruan tinggi dan regulasi yang berlaku" (Suara Surabaya, 14 Agustus 2025).
Bebannya tidak berhenti di panitia. Pimpinan perguruan tinggi diwajibkan menandatangani Pakta Integritas atas pelaksanaan PKKMB, sehingga pelanggaran di tingkat panitia menjadi urusan kampus.
Berapa lama tambahan waktu kalau desain berubah di tengah jalan?
Perubahan desain setelah order masuk berarti mengulang persetujuan, film sablon, dan antrean produksi. Konveksi umumnya tidak bisa menjanjikan tanggal semula, dan biaya setup untuk desain baru dihitung ulang.
Itu sebabnya desain dikunci di H-75 dan sampel disetujui di H-60, jauh sebelum produksi dimulai.
Satu hal yang bisa dikerjakan panitia minggu ini: buka kalender, tandai hari pertama orientasi, lalu hitung mundur 50 hari dan tulis tanggal itu sebagai batas akhir pendataan ukuran. Semua keputusan lain menyesuaikan tanggal tersebut.
Apparel orientasi bukan alat menyeragamkan peserta. Fungsinya menandai bahwa mereka sudah diterima, dan hal itu tidak boleh dimulai dengan tagihan.
Artikel terkait
Belum ada artikel lain yang terbit di blog ini. Bagian ini akan diisi begitu tulisan berikutnya tayang.
Sumber
- Penegasan Ketentuan Pelaksanaan PKKMB, surat Ditjen Diktiristek 0357/B/DT.01.01/2025, 11 Agustus 2025 (LLDikti Wilayah III)
- Panduan PKKMB Tahun 2026, Ditjen Dikti Kemdiktisaintek, 25 Juni 2026
- Dashboard Mahasiswa, Portal Data Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, diperbarui 15 April 2026
- Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025, Portal Data Kemdiktisaintek, 13 April 2026
- ANTARA News, 14 Agustus 2025: Kemdiktisaintek tegaskan larangan perploncoan pada PKKMB semua kampus
- Suara Surabaya, 14 Agustus 2025: Perploncoan masa PKKMB dilarang di seluruh kampus
- Fitinline: Perbedaan ukuran benang pada bahan kaos cotton combed
- Level Garment, diakses 20 September 2026
- ISO 5077, Textiles — Determination of dimensional change in washing and drying (dirujuk sebagai metode uji, tidak ditautkan karena halaman resminya tidak dapat diakses publik tanpa pembelian)